Kehamilan membuat banyak calon ibu menjadi lebih berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit. Perubahan hormon selama hamil dapat menyebabkan jerawat, kulit lebih sensitif, hingga munculnya flek atau melasma. Namun, tidak semua kandungan skincare aman digunakan selama kehamilan. Beberapa bahan sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan risiko bagi janin, sedangkan bahan tertentu perlu digunakan secara terbatas.
Berikut 10 kandungan skincare yang perlu diperhatikan ibu hamil.
- Retinol dan retinoid
Retinol merupakan turunan vitamin A yang banyak digunakan untuk mengatasi jerawat, kerutan, dan hiperpigmentasi. Selama kehamilan, produk yang mengandung retinoid seperti retinol, tretinoin, adapalene, dan tazarotene sebaiknya dihindari. Retinoid tertentu diketahui memiliki risiko terhadap perkembangan janin.
- Isotretinoin
Isotretinoin merupakan obat turunan https://playneondrift.com/ vitamin A yang biasanya digunakan untuk mengatasi jerawat berat. Bahan ini memiliki risiko serius terhadap janin dan dapat menyebabkan cacat lahir. Karena itu, isotretinoin tidak boleh digunakan selama kehamilan
- Hydroquinone
Hydroquinone digunakan untuk membantu memudarkan noda hitam dan hiperpigmentasi. American Academy of Dermatology merekomendasikan ibu hamil menghindari hydroquinone selama kehamilan.
- Tazarotene
Tazarotene termasuk retinoid topikal yang digunakan untuk jerawat dan masalah kulit tertentu. Kandungan ini sebaiknya dihindari selama kehamilan karena termasuk kelompok retinoid yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.
- Tretinoin
Tretinoin merupakan retinoid yang sering digunakan untuk mengatasi jerawat dan memperbaiki tekstur kulit. Meskipun digunakan secara topikal, dokter kulit umumnya menyarankan untuk menghentikannya selama kehamilan.
- Adapalene
Adapalene adalah retinoid yang tersedia dalam beberapa produk perawatan jerawat. Para ahli umumnya merekomendasikan penghentian adapalene selama kehamilan. Jika sedang menggunakan produk ini dan ternyata hamil, sebaiknya konsultasikan penggunaannya kepada dokter.
- Salicylic acid dosis tinggi
Salicylic acid atau asam salisilat banyak ditemukan dalam produk untuk kulit berjerawat dan berminyak. Penggunaan dalam jumlah terbatas umumnya dianggap dapat digunakan, tetapi konsentrasi tinggi, terutama di atas 2%, sebaiknya dihindari atau dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
- Benzoyl peroxide
Benzoyl peroxide merupakan bahan yang populer untuk mengatasi jerawat. Berbeda dengan retinoid, bahan ini tidak secara otomatis dilarang, tetapi penggunaannya selama kehamilan sebaiknya dalam jumlah terbatas dan setelah berkonsultasi
- Spironolactone
Spironolactone bukan bahan kosmetik biasa, melainkan obat yang terkadang digunakan untuk menangani jerawat hormonal. Obat ini termasuk bahan yang perlu dihindari selama kehamilan dan penggunaannya harus
- Essential oil tertentu
Tidak semua essential oil otomatis berbahaya, tetapi beberapa jenis, seperti rosemary, basil, jasmine, dan sage oil, perlu dibatasi atau dikonsultasikan dengan dokter selama kehamilan karena data keamanannya tidak selalu memadai.
Tips Memilih Skincare Saat Hamil
Selama kehamilan, pilihlah rutinitas skincare yang sederhana. Gunakan pembersih yang lembut, pelembap sesuai jenis kulit, dan sunscreen minimal SPF 30. American Academy of Dermatology juga menyebut zinc oxide dan titanium dioxide sebagai pilihan sunscreen mineral yang dapat digunakan selama kehamilan.
Yang terpenting, selalu periksa daftar kandungan sebelum membeli produk. Jika sedang menggunakan obat atau skincare untuk jerawat, flek, atau masalah kulit tertentu, konsultasikan dengan dokter kandungan atau dokter kulit sebelum melanjutkan penggunaannya.
Perlu diingat, daftar “skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil” tidak selalu berarti semua bahan tersebut memiliki tingkat risiko yang sama. Beberapa benar-benar harus dihindari, sementara bahan lainnya hanya perlu dibatasi. Karena kondisi setiap kehamilan berbeda, keputusan penggunaan produk sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan.